Bulan

terbang menjenguk bulan
bulan yang sudah tua
tangisnya tak henti berlari
wujudnya berpudar lagi

hitam selimut bulan
mengundang sejuta pertanyaan
kenapa bulan masih bertahan
masih saja bulan terabaikan

jemari bulan menerka-nerka
dimana senyumnya bersembunyi
didalam bumi bulan menerka
senyumnya malu-malu bersembunyi

bulan kini tetap sedih
senyumnya hilang tak berbekas
kepada bumi bulan menyendiri
menunggu waktu untuk berlekas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s