Semoga Saja

Jarak yg memisahkan kita, tidak usah kau pusingkan, siapa yang tahu kebenarannya? Siapa yg mau repot repot memastikan kalau kita memang terpisah sedemikian rupa? Anggap saja jarak ini sebuah lelucon, bisa jadi aku hanya pindah kesebelah rumahmu, siapa yang tahu kebenarannya? Siapa yang mau repot2 memastikan? Teorinya adalah jarak berbanding lurus dengan waktu. Waktu, darl, adalah the major problem. Khususnya bagimu, yang kepalang dalam urusan menunggu. Sungguh lucu, bagaimana kita mengeluhkan keterbatasan kita, bagai kura-kura yang iri kepada burung yang mengangkasa. Sayangnya, darl, waktu adalah kelemahanku. Aku tidak bisa mengungkiri kehebatannya, bagaimana ia menghancurkan kerajaan Sriwijaya, janganlah kau mudah percaya dengan iming-iming arkeolog, siapa yang tahu kebenarannya? Siapa yang mau repot2 memastikan? Waktu adalah ia yang berkhianat laksana kita merendahkannya. Betapapun kita begini, sekali lagi aku memohon padamu, hargailah waktu, buat ia terpesona dengan ketabahanmu, jangan menatapi waktu, ia sangat sensitif akan hal itu. Waktu, darl, adalah variable paling kompleks yang tuhan sendiri bersumpah mengatas namakannya. Semoga dirimu tetap sama, darl. Semoga saja.

12-2-16

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s